Jumaat, 14 Mei 2010

NETANYAHU BIADAP KERANA MENGATAKAN AL-QUDS TIDAK DISEBUT DALAM AL-QUR'AN

Kelmarin ketika Isrel merayakan Hari Jerusalem pada 12 Mei 2010, PMnya si Benjamin Netanyahu laknatullah telah membuat kenyataan yang menyinggung perasaan seluruh umat Islam sedunia apabila mengatakan nama 'al-Quds' tidak pernah disebut walau sekalipun di dalam al-Qur'an. Alangkah bodoh dan dangkal lagi biadap kenyataan Netanyahu ini. Netanyahu juga dengan bongkaknya menegaskan akan meneruskan pembinaan kawasan perumahan Yahudi di sebelah Jerusalem Timur yang berjaya mereka rampas dalam Perang Arab-Israel 1967. Secara perundangan antarabangsa, apa yang dilakukan oleh Yahudi ini sememangnya satu jenayah dan Jerusalem Timur termasuk Masjid al-Aqsa jelas merupakan hak umat Islam.

Harapan penulis agar jangan sekali-kali ada umat Islam yang terpedaya dengan pembohongan Netanyahu yang mengatakan al-Quds tidak disebut walau satu kali pun di dalam al-Qur'an. Sesiapa pun yang membaca al-Qur'an terutamanya surah al-Isra' ayat 1-7 sudah pasti mengetahui apa, siapa, di mana dan latarbelakang al-Quds itu sendiri!! Malah al-Qur'an berkali-kali melakarkan sejarah pengkhianatan Yahudi (Bani Israel) di bumi al-Quds. Sememangnya kita persilakan 'bukan Islam' untuk mengkaji al-Qur'an dan mengenal siapakah Yahudi yang sebenar? Adakah benar-benar penganut agama Yahudi itu penduduk asal al-Quds @ mereka sebenarnya adalah perompak dan penceroboh bumi suci al-Quds yang telah diamanahkan oleh Allah SWT kpd Nabi-nabi Bani Israel yang kesemuanya beragama Islam (mentauhidkan Allah SWT).

Baca laporan di bawah...

Netanyahu turns to Bible in tussle over Jerusalem

Netanyahu told a parliamentary session commemorating Israel's capture of East Jerusalem from Jordan in the 1967 war that "Jerusalem" and its alternative Hebrew name "Zion" appear 850 times in the Old Testament, Judaism's core canon.

"As to how many times Jerusalem is mentioned in the holy scriptures of other faiths, I recommend you check," he said.

Citing such ancestry, Israel calls all of Jerusalem its "eternal and indivisible" capital -- a designation not recognized abroad, where many powers support Arab claims to East Jerusalem as the capital of a future Palestinian state.

The dispute is further inflamed by the fact East Jerusalem houses al-Aqsa mosque, Islam's third-holiest shrine, on a plaza that Jews revere as the vestige of two biblical Jewish temples.

Heckled by a lawmaker from Israel's Arab minority, Netanyahu offered a lesson in comparative religion from the lectern.

"Because you asked: Jerusalem is mentioned 142 times in the New Testament, and none of the 16 various Arabic names for Jerusalem is mentioned in the Koran. But in an expanded interpretation of the Koran from the 12th century, one passage is said to refer to Jerusalem," he said.

Responding to Netanyahu's citations, Palestinian chief negotiator Saeb Erekat said: "I find it very distasteful, this use of religion to incite hatred and fear. East Jerusalem is an occupied Palestinian town, and East Jerusalem cannot continue to be occupied if there is to be peace."

Himpunan Artikel